Social Icons

Pages

Cari Blog Ini

Senin, 28 November 2011

MONITOR

 Istilah monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis.
Ada banyak cara untuk menggolongkan monitor. Tetapi cara yang paling sering digunakan adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut. Minitor dapat di bagi menjadi 3 kelas, diantaranya :
  • Monochrome: Monitor Monokrom biasanya menampilkan dua warna, warna background dan satu lagi adalah warna foreground. Warna tersebut adalah warna hitam dan putih, hijau dan hitam dan Kuning dan hitam.
  • Gray-scale : Gray Scale monitor adalah jenis spesial dari monitor monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda.
  • Color : Monitor Color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga 1 juta warna yang berbeda. Monitor berwarna ini terkadang disebut monitor RGB karena monitor tersebut dapat menerima 3 sinyal yang berbeda, Merah (Red), Hijau (Green) dan Biru(Blue).
Setelah mengetahui penjelasan diatas, aspek paling penting dari sebuah monitor adalah ukuran atau sering kita kenal dengan istilah screen atau ukuran layar. Seperti sebuah televisi, ukuran layar adalah perbandingkan lebar dalam satuan inci. Jarak antara satu sudut dengan sudut berlawanan lainnya.
Pada umumnya ukuran minimal dari sebuah layar monitor adalah 14 inci, Sedangkan untuk monitor yang berkukuran 16 inci atau bahkan lebih sering disebut dengan monitor yang berlayar penuh.
Selain itu berdasarkan ukuran, monitor pula dapat berbentuk portrait atau ukuran tinggi lebih besar dibandingkan dengan ukuran lebar atau dalam bentuk landscape ukuran lebar lebih besar dibandingkan ukuran tinggi. Monitor landscape dapat menampilkan dua halaman penuh yang saling berdampingan satu sama lain.
revolusi dari monitor mengidentifikasikan seberapa padat pixel yang ada, Pada umumnya, semakin banyak pixel (sering di ungkapkan dengan titik per inci), semakin tajam hasil gambar yang dapat ditampilkan.
Banyak monitor saat ini sudah dapat menampilkan 1024 hingga 764 pixels, untuk penggunaan kartu grafis standar. Beberapa model monitor high end sudah dapat menampilkan 1289 hingga 1024, atau bahkan 1600 hingga 1200 pixel.
Selain itu ada beberapa cara umum lainnya yang dapat dilakukan untuk menggolongkan monitor, yaitu dengan berdasarkan istilah pada tipe sinyal yang diterima oleh monitor tersebut, apakah itu analog ataukah digital.
Kebanyakan monitor saat ini menerima sinyal analog, yang mensyaratkan penggunaan VGA, SVGA, 8514/A dan beberapa resolusi pewarnaan standar lainnya.
Sedikit monitor yang memiliki frekwensi yang tetap, yang berarti bahwa monitor tersebut hanya menerima inputan hanya pada satu frekwensi. Kebanyakan monitor adalah “Multiscanning” yang berarti bahwa monitor tersebut secara otomatis menyesuaikan pada frekwensi sinyal yang mereka terima.
Dan hal itu menandakan bahwa monitor tersebut dapat menampilkan gambar dengan resolusi yang berbeda, tergantung dari data yang mereka terima dari video  adapters.
Bebebrapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari sebuah monitor adalah sbb :
  • Bandwidth : Jarak frekwensi sinyal yang dapat di atasi oleh monitor. Hal ini di tentukan dari seberapa banyak data yang dapat di proses, dan selain itu sebebrapa cepat monitor tersebut dapat memproses resolusi yang tinggi.
  • Refresh rate : Seberapa kali persatuan detik layar dapat di “refresh”. Untuk menghindari adanya kejapan, maka proses refresh setidaknya harus 72 Hz.
  • Interlaced or noninterlaced: Interlacing adalah teknik yang dapat dilakukan oleh monitor untuk memiliki resolusi yang lebih, tetapi hal itu dapat mengurangi kecepatan reaksi pada monitor.
  • Dot pitch : Jumlah ruang antara pixel. Semakin kecil dot pitch, maka akan semakin tajam warna yang dihasilkan.
  • Convergence: Kejernihan dan ketajaman akan setiap pixel.

Rabu, 23 November 2011

jenis-jenis printer Serta Kelemahan dan Keunggulan


Mengenal Jenis Jenis Printer ImagePrinter adalah alat yang dapat kita gunakan untuk mencetak documen (tulisan, gambar dan tampilan lainnya) dari komputer ke media kertas atau yang sejenis. Saat ini terdapat beberapa merk printer yang beredar dipasaran seperti  Epson, Hewlett Packard (HP), Canon, Lexmark dan yang lainnya.
Dari berbagai merek dan tipe printer yang ada, secara garis besar kita dapat mengelompokkan printer menjadi 3 jenis saja, yaitu printer inkjet, printer laserjet dan printer dot matrik. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing printer tersebut, berikut sedikit ulasanya.

1.    Printer Jenis  InkJet
Printer jenis ini menggunakan tinta untuk mencetak dengan kualitas hasil cetakannya rata-rata cukup bagus tergantung merek dan tipe printer. Printer inkjet ini umumnya menggunakan tinta jenis dye yang merupakan jenis tinta dengan kelebihan hasil cetakan warna yang sempurna tetapi cepat luntur dan kurang tahan terhadap perubahan cuaca . Jenis tinta lainnya adalah tinta pigmen yang mempunyai karakteristik tidak cepat luntur, tidak cepat memudar apabila terkena matahari, waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih cepat dibandingkan dengan tinta dye namun hasil cetakan warna tidak sebagus tinta dye. Gambar dibawah adalah printer jenis inkjet yang cukup populer (setidaknya yang pernah saya pake Mengenal Jenis Jenis Printer Image )Mengenal Jenis Jenis Printer ImageMenurut pengamatan penulis printer jenis inkjet merupakan jenis printer yang paling banyak digunakan di masyarakat hal ini kemungkinan besar disebabkan harga printer inkjet yang relative lebih murah yaitu mulai dari sekitar Rp 400.000.  Jenis Printer All In One dan Printer Inpus merupakan jenis printer inkjet yang lagi popular saat ini. Dengan printer all in one ini kita bisa mendapatkan fasilitas tambahan yaitu scanner dan fotocopy selain fasilitas printer.
Sedangkan untuk printer inpus biasanya digunakan oleh warnet atau rental komputer dengan pertimbangan printer jenis ini lebih ekonomis dari segi pemakaian tintanya sehingga biaya cetak menjadi lebih murah, terlebih lagi saat ini perusaan Epson telah mengeluarkan tipe Epson L100 dan Epson L200 yang merupakan tinta inpus dengan tinta original pertama di Indonesia.
2.    Printer Jenis Laser Jet
Printer laser adalah printer dengan bahan baku tinta berupa serbuk atau toner. Cara kerjanya yang mirip dengan mesin fotokopi  sehingga menjadikan printer ini mempunyai kelebihan dalam hal kecepatan mencetak dokumen yang lebih cepat bila dibandingkan dengan jenis printer lainnya selain itu kualitas hasil cetakannya juga sangat bagus dan tinta lebih cepat kering bila dibandingkan dengan printer inkjet.
Mengenal Jenis Jenis Printer ImageGambar disamping adalah salah satu contoh printer laser yang pernah saya pake (cuma pake doang ya, bukan punya sendiri..) yaitu Printer HP2605dn. Dari pengalaman printer laser ini lumayan awet, terbukti printer yang dibeli sekitar 3 tahun yang lalu ini masih saya pake bersama 20-an user lain dan masih tetep OK.
Satu kekurangan Printer Laser adalah harganya yang reltif lebih mahal bila dibandingkan dengan printer inkjet sehingga printer Laser umumnya hanya dipakai oleh instansi atau perkantoran saja.
3.    Printer Jenis Dot Matrik
Printer Dot-Matrix adalah jenis printer yang resolusi cetaknya masih sangat rendah hal ini disebabkan karena print head printer jenis ini terdiri dari jarum-jarum yang tersusun (sekitar 9-24 pin), nantinya jarum-jarum ini akan “memukul” pita (printer ribbon) sehingga membentuk sebuah karakter pada kertas. Printer jenis dot matrik memiliki kelebihan dari segi harga pita printer yang murah, awet digunakan terbukti dari beberapa printer dot matrik yang pernah saya temui sudah berumur diatas 8 tahun dan printer jenis ini bisa digunakan untuk mencetak kertas rangkap atau continuous form.
Mengenal Jenis Jenis Printer ImageDisamping kelebihan diatas Printer jenis dot matrik mempunyai kekurangan dalam hal kualitas cetakan yang tidak sebagus printer inkjet dan laserjet, printer jenis ini hanya cocok untuk mencetak dokumen berupa tulisan saja dan umumnya printer dot matrik hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Ketika sedang mencetak, printer jenis ini mengeluarkan suara yang cukup keras yang ditimbulkan dari pergerakkan mekanik dan head printernya. Selain itu meskipun harga pita printernya cukup murah, harga printernya sendiri relatif mahal bila dibandingkan  dengan printer jenis inkjet.
Demikianlah sedikit ulasan tentang jenis-jenis printer yang ada dipasaran, pastinya dalam memilih printer adalah berdasarkan kebutuhan bukan hanya kualitas cetakan dan harga semata.

Senin, 21 November 2011

Jenis-jenis Monitor Serta Kelemahan dan Keunggulan


Terdapat tiga jenis monitor yang sering kita jumpai saat ini. Yaitu Monitor CRT, Monitor LCD dan Monitor Plasma Gas. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis monitor tersebut:
Monitor CRT (Cathode Ray Tube)
Pada monitor jenis CRT, layar penampil menggunakan tabung katoda. Cara kerja dari teknologi ini untuk memunculkan tampilan pada monitor adalah dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap.
Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dua jenis monitor lain, yaitu LCD dan Plasma Gas. Walaupun begitu, resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Adapun kekurangan dari teknologi CRT adalah diperlukanya teknologi listrik yang cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.
1.CRT (Cathode Ray Tube)

 Kelebihan : Tipe CRT memiliki kelebihan dalam hal High Dynamic Range ( hingga mencapai 15000:1),reproduksi warna sangat baik, wide gamut dan level black yang sangat rendah.Selain itu, monitor ini dapat menampilkan hampir semua resolusi native dan refresh rate dan memiliki Viewing angle yang sangat baik.Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibandingkan jenis monitor LCD atau Plasma.
kekurangan : CRT memiliki ukuran yang berat dan body besar, terutama untuk ukuran display diatas 20".Membutuhkan daya yang besar dan operasional suhu yang tinggi.Pada sisi reproduksi gambar,pada refresh rate yang rendah,efek flicker akan sangat terasa. Aspect ratio biasanya hanya terbatasi pada ukuran 4 : 3.
Monitor LCD (Liquid Crystal Display)
Sebuah monitor LCD menggunakan teknologi sejenis kristal liquid yang dapat berpencar, bukan lagi menggunakan tabung elektron seperti yang digunakan oleh monitor jenis CRT. Teknologi yang dihasilkan berupa monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel. Display dengan layar berbentuk pipih dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena mampunyai bentuk yang pipih, monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer–komputer portable.
Kelebihan lain dari monitor LCD adalah terdapatnya Brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brighness ratio merupakan perbandingan antara tempilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang. Beberapa waktu lalu, monitor berjenis LCD ini masih mempunyai masalah pada resolusi. Saat itu, monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tetapi masalah tersebut sudah dapat di atasi dengan teknik anti aliasting.
Dengan teknologi yang disajikan, rasanya pantas juga monitor LCD untuk mematok harga yang lebih mahal di banding minitor berjenis CRT.
Kelebihan : kelebihan utama LCD adalah pada ukuran dimensi ( compact ) dan berat yang sangat rendah, konsumsi daya yang sangat rendah, hampir tidak ada efek flicker ( tergantung pada tipe backlight yang digunakan ), dapat diproduksi hampir untuk semua ukuran, dan secara teori tidak ada batasan resolusi maksimal.
Kekurangan : LCD memiliki sudut pandang yang sangat terbatasi. Hal ini juga menyangkut sisi reproduksi warna , saturasi, dan brightness yang berubah-ubah meski pada sudut pandang yang paling optimal. Response time-nya rendah hingga menimbulkan ghosting artiffact, memiliki satu native resolution meski resolusi lain dimungkinkan dengan menggunakan video scaller. Dead pixel bisa terjadi entah ketika produksi di pabrik maupun ketika pemakaian oleh user.

Monitor Plasma Gas
Monitor berjenis plasma merupakan inovasi baru dari teknologi yang digunakan oleh monitor. Dengan menggabungkan teknologi CRT dan LCD dapat menghasilkan teknologi yang membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar teknologi CRT. Teknologi plasma gas juga menggunakan fosfor seperti pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat berpencar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal ini membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang di hasilkan pun lebih baik dari monitor CRT. Monitor dengan teknologi Plasma Gas ini dapat kita jumpai di berbagai pertunjukan, jika kita lihat ada monitor raksasa, itulah monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.
Kelebihan : display plasma hampir menyerupai kemampuan monitor CRT, dengan contrast ratio tinggi ( 10.000 : 1 ). Reproduksi warna sangat baik dan level black rendah. Hampir tidak ada response time dan sudut pandang ( viewing angle ) sangat baik.
Kekurangan : memiliki ukuran pixel pitch yang besar, yang artinya memiliki resolusi rendah atau meski resolusi tinggi, ukuran monitor haruslah besar. Tipe plasma juga memiliki bobot yang sangat besar. Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi. Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatasi lagi dibandingkan tipe CRT ataupun LCD.

Penyebab dan Solusi Kerusakan pada Processor


Penyebab Kerusakan Processor adalah penyebab kerusakan hardware komputer yang paling dihindari oleh para pengguna komputer. Banyak usaha yang dilakukan oleh para pengguna komputer untuk menghindari rusaknya sebuah processor. Diantaranya adalah dengan memsang pendingin/fan tambahan pada casing. Mengapa kerusakan pada processor sangat perlu dihindari? Karena processor adalah komponen utama komputer. Processor disebut juga sebagai otak dari komputer. Maka ketika rusak sebuah processor semua komponen yang ada akan ikut tidak berfungsi. Selain itu, biaya untuk mengganti processor terbilang paling mahal apabila dibandingkan dengan biaya mengganti hadware lainnya. Processor merupakan komponen komputer paling kecil dan paling rumit. Bayangkan saja, sebuah barang dengan ukuran sangat kecil (± 3 Cm) memuat ribuan bahkan jutaan transistor. Maka tidak heran, suhu dari sebuah processor bisa naik dengan sangat cepat. Dan inilah beberapa penyebab processor rusak bahkan mati terbakar : 1. Sistem pendingin yang kurang sempurna, baik itu dari kipas pendingin pada processor maupun pada CPU. Sebenarnya kalau masalah temperature yang tidak terkendali, kita tidak perlu khawtir. Sebab secara default, system BIOS diprogram untuk mematikan komputer jika seandainya suhu Processor berada diatas normal. Terkecuali jika program tersebut di non aktifkan (disable). 2. Tidak seimbangnya Processor dengan memory RAM. Kebanyakan komputer yang yang dijual utuh (tidak rakitan) memiliki komposisi ukuran Processor dan memory RAM yang seimbang. Misalnya kalau Processornya 3 Gb, maka biasanya ukuran Memory RAM nya 512 Mb sampai 1 Gb. Menambah ukuran Memory RAM memang bisa menambah kecepatan komputer. Namun kita harus berhati-hati, ketidak seimbangan antara keduanya akan menyebabkan rusaknya Processor bahkan hardware yang lainnya. Dengan melihat penyebab rusaknya processor di atas, maka langkah antisipasi yang perlu kita lakukan adalah : 1. Jaga suhu processor agar tetap stabil. Pasang fan tambahan agar suhu udara dalam CPU tetap terkendali. 2. Jangan mematikan fitur BIOS yang berfungsi untuk mengontrol suhu processor. Biasanya secara default, BIOS sudah menyeting komputer akan mati apabila suhu processor sudah melampaui 70 derajat celcius 3. Hati-hati dalam menambahkan hardware. Konsultasikan dengan orang yang benar-benar ahli.

Read more at: http://fadhilgalery.blogspot.com/2011/10/penyebab-processor-rusak-dan-cara.html
Copyright http://fadhilgalery.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution

Penyebab dan Solusi Kerusakan pada Motherboard


1. Sering terjadi hang

Penyebab :
> – Memory tidak cocok
– Ada virus di harddisk
– Over Clock
– Ada bad sector di harddisk

Solusi :
> – Ganti Memori
– Scan harddisk
– Seting kembali clock prosesor
– Partisi harddisk dengan benar

2. Pembacaan data menjadi lambat

Penyebab :
> – Memory tidak cukup
– Harddisk penuh atau ada virus

Solusi :
> – Tambah Memory
– Kurangi isi harddisk, scan harddisk, atau
ganti dengan harddisk yang kapasitasnya besar

3. CMOS failuer

Penyebab :
> – Baterai habis
– Seting BIOS berubah

Solusi :
> – Ganti baterai CMOS
– Seting kembali BIOS

4. Tidak bisa booting

Penyebab :
> – Cache memory rusak
– Memori tidak cocok.
– Boot sector pada harddisk rusak
– Ada bad sector pada trek awal harddisk

Solusi :
> – Disable eksternal cache memory di BIOS
– Ganti Memory
– Masukkan operating system baru
– Partisi harddisk

5. Suara bip panjang berkali-kali

Penyebab :
> – Memory rusak
– Memori tidak cocok
– Memori tidak masuk slot dengan sempurna

Solusi :
> – Periksa kedudukan memori
– Ganti memory
– Periksa kembali kedudukan memori

6. Suara bip bagus tetapi tidak ada tampilan atau bip dua kali

Penyebab :
> – VGA card rusak
– Slot VGA tidak terpasang sempurna

Solusi :
> – Ganti VGA card
– Periksa kedudukan VGA

7. I / O disk error

Penyebab :
> – Sistem di harddisk rusak

Solusi :
> – Perbaiki harddisk

8. Floppy disk failuer

Penyebab :
> – I/O rusak
– Floppy rusak
– Kabel floppy putus
– Tegangan power suplai tidak cukup

Solusi :
> – Ganti I/O
– Periksa floppy
– Periksa kabel floppy
– Periksa tegangan power suplai ke floppy

9. Motherboard mereset sendiri atau tidak bisa booting

Penyebab :
> – Power suplai tidak normal
– Motherboard kotor (berdebu)

Solusi :
> – Ganti power suplai (dengan daya yang lebih besar)
– Bersihkan

10. Kapasitas harddisk tidak normal

Penyebab :
> – Setting jumper I/O tidak benar

Solusi :
> – Periksa setting jumper I/O harddisk

11. On board tidak jalan

Penyebab :
> – On board rusak
– Setting on board tidak benar

Solusi :
> – Ganti dengan card
– Periksa setting on board

12. Tampilan di layer ada huruf yang berkedip-kedip atau muncul garis

Penyebab :
> – VGA card rusak

Solusi :
> – Ganti VGA card

13. Mouse tidak berfungsi

Penyebab :
> – Mouse rusak
– On board mouse rusak
– Setting mouse tidak benar
– Driver mouse tidak cocok
– Mouse tidak terdeteksi
– Kabel mouse tidak sesuai

Solusi :
> – Ganti mouse
– Ganti dengan card
– Periksa kembali setting mouse
– Periksa driver mouse
– Set up ulang mouse
– Cocokkan kabel mouse untuk on board

14. Motherboard blank (tidak ada reaksi sama sekali)

Penyebab :
> – Bios rusak
– Prosesor terbakar
– Regulator jebol
– Chipset rusak
– IC reset rusak
– IC clock rusak
– Setting jumpers over clock
– Memori rusak
– Power Suply mati
– Soket PC longgar

Solusi :
> – Upgrade BIOS dengan tipe yang sama
– Ganti prosesor
– Ganti IC regulator
– Ganti IC chipset
– Ganti IC reset
– Ganti IC clock prosessor
– Setting kembali clocknya
– Ganti memori
– periksa PS
– periksa slot/ soket PC

Penyebab dan Solusi Kerusakan pada RAM


Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kekacauan ini.Berikut kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan kerusakan dan cara mengatasinya :

Pemasangan RAM pada slot yang kurang tepat.

Perhatikan pemasangan slot RAM,apakah sudah tepat.Kamu dapat mematikan computer,dan selanjutnya memeriksa pada dudukan RAM.Atau bisa dengan cara melepas RAM,kemudian pasang kembali.Kamu juga dapat mencoba menurunkan sedikit timing RAM pada BIOS.
Jika perbaikan kamu rasa sudah selesai,silahkan test ulang computer kamu dengan cara menghidupkan kembali computer.Jika masih terjadi kesalahan,ada kemungkinan lain yang menyebabkan kekacauan pada computer tersebut.

Modul/produsen RAM berbeda

Pada beberapa jenis motherboard,modul memory buatan produsen yang berbeda jika dipasang bersamaan pada satu PC akan menimbulkan CRASH.Untuk mengetesnya,kamu dapat mematikan komputer kemudian mencabut salah satu RAM yang terpasang pada slot motherboard,dan menghidupkan kembali computer.Jika dengan cara ini masalah yang di alami PC kamu sudah terselasaikan,berarti kamu harus mengganti RAM yang berasal dari produsen yang sama.

Penyebab dan Solusi Kerusakan pada Harddisk

Penyebab yang sering mengakibatkan kerusakan atau tidak bisa digunakan secara normal.
  1. Hard Disk
Kurangnya pengetahuan tentang teknik komputer, adaalah penyebab umum dalam kerusakan hard disk, karena terkadang membuat sembarangan dalam perawatan hardware computer. Penyebab kerusakan harddisk antara lain :
  • Suhu Harddisk Terlalu Panas. 
Suhu sangat berpengaruh pada kelangsungan fungsi HD. Jika panasnya terlalu tinggi, pembacaan data pada HD akan kacau. Dalam waktu lama, usia HD akanmenjadi pendek.
  • Guncangan CPU 
Guncangan keras pada CPU akan meyebabkan kerusakan HD secara fisik. Pada saat bekerja head HD mengambang di atas permukaan piringan. Guncangan atau benturan akan menyebakan head HD menyentuh bagian-bagian magnetik disk. Padahal pada saat itu disk berputar dalam keadaan sangat cepat. Akibatnya jalur pada daerah FAT atau directory akan rusak
  • Mematikan / shutdown yang tidak sesuai prosedur. 
Pada saat harddisk sedang bekerja atau masih bekerja, kemudian tiba-tiba tombol power langsung dicabut, maka posisi head akan berada di sembarang posisi, yang bisa menyebabkan harddisk menjadi tidak awet.
  • Komponen harddisk memang mengalami kerusakan.

Masalah Pada Harddisk
  •  Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan "press F1 to continou" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".
  • Solusi : Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.
  • Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".
  • Solusi : Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas
  • Gejala : harddisk bad sector
  • Solusi : Ada beberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidak stabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelah pemakaina tidak di shot down, pemakaian yang terlalu lama, ada 2 jenis bad sector yaitu fisik dan software.....Untuk mengatasinya ada beberapa cara, diantaranya menggunakan software untuk menghilangkan badsector....pembahan lebih lanjut ada di eBook Metode perbaikan komputer dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi Member Aktif.


 
Blogger Templates